6 dari 14 ibu hamil di Kelurahan Wali merupakan ibu hamil dengan risiko tinggi dan kunjungan pemeriksaan kehamilannya hanya 2 atau 3 kali dari yang seharusnya yakni minimal 6 kali selama hamil. Hal ini karena kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan risiko tinggi, faktor pekerjaan ibu serta kebiasaan/pengalaman hamil sebelumnya yang baik Pedoman internasional dan WHO merekomendasikan tes skrining sifilis serologis untuk semua wanita hamil pada kunjungan antenatal pertama dan diulang dalam 32-36 minggu, jika wanita tersebut berisiko terkena sifilis. Selain itu, setiap wanita yang melahirkan bayi lahir mati setelah usia kehamilan 20 minggu harus dites untuk sifilis. Sedangkan pelaksanaan pelayanan antenatal antara lain: 1. Memantau kemajuan kehamilan serta memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi. 2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu serta janin. 3. Mengenali secara dini kelainan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. 4. Menurut Kemenkes RI, program P4k sudah efektif dilakukan di 67.712 desa dengan total 3.122.000 ibu hamil. Program P4K adalah Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) yang memiliki tujuan untuk meningkatkan persiapan menghadapi komplikasi pada saat kehamilan termasuk perencanaan pemakaian alat/obat kontrasepsi pasca kehamilan. triangulasi lain yaitu ibu hamil sebagai penerima program, menyatakan pelayanan yang dilakukan hanya sekedar pemeriksaan dan pemberian stiker saja. Ibu hamil menyatakan pelayanan bidan sudah cukup baik, tetapi untuk penjelasan P4K, kunjungan rumah, ibu hamil menyatakan kurang paham dan merasa perlu lebih diingatkan dan diberi tahu kan lagi. register di PMB “MY” pada tahun 2019 diperoleh data ibu hamil sebanyak 79 orang. Dari 79 ibu hamil terdapat 32 ibu hamil dengan primigravida, 28 ibu hamil dengan multigravida, dan 19 ibu hamil dengan multigrande. Adapun ibu hamil yang mengalami komplikasi sebanyak 5 orang, yaitu 2 orang ibu hamil mengalami KEK, 1 orang ibu hamil mengalami Tujuan: Untuk mengetahui asuhan kebidanan komprehensif pada Ibu Hamil Kek di BPM Karawang tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus berupa asuhan kebidanan komprehensif pada masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir. Kartu kunjungan ulangan : Mengkaji kembali catatan sebelumnya untuk mendapatkan informasi sbb: 5. Riwayat Kesehatan (Anamnesa) Mendeteksi komplikasi Menentukan normalitas kehamilan Menghitung usia kehamilan Memperkirakan tanggal persalinan Membuat rencana khusus untuk asuhan bagi ibu Tujuan. 2. TUJUAN KHUSUS a. Identifikasi ibu hamil KEK b. Rujukan internal ibu hamil KEK c. Konseling gizi ibu hamil KEK d. Pemantauan gizi ibu hamil KEK e. Evaluasi hasil pelayanan gizi ibu hamil KEK IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN 1. KEGIATAN POKOK Mengidentifikasi ibu hamil KEK melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) 2. RINCIAN KEGIATAN a. Peran Pendamping Program Keluarga Harapan dalam Meningkatkan Kunjungan K1-K4 Ibu Hamil ke Pelayanan Kesehatan. Tujuan utama PKH bagi ibu hamil adalah . melakukan kunjungan ke rumah ibu hamil . Yxgua0.